Welcome and enjoy!

BTemplates.com

RECENT POSTS

5/recent/post-list

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Visitors

Advertisement

Subscribe Us

Facebook

Wisata Literasi yuk!


Liburan…
Siapa yang tidak senang jika mendengar kata “liburan”, semua orang pasti senang mendengarnya. Apalagi jika sudah masuk ke musim liburan, mungkin beberapa dari kalian sudah membuat list tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi selama liburan, mengunjungi beberapa tempat wisata kah, berkunjung ke kampung halaman kah, atau hanya bermalas-malasan dirumah.

Seperti halnya jika kita merayakan libur lebaran, beberapa dari kalian pasti ada yang berkunjung ke kampung halaman dan ke rumah sanak saudara kalian. Libur tahun baru, beberapa dari kalian juga pasti ada yang merayakannya ditempat-tempat tertentu, seperti di puncak atau pun di luar negeri.

Dari sekian banyak pilihan wisata liburan, ada satu jenis wisata liburan yang tidak hanya untuk bersenang-senang atau pun mengurangi kejenuhan dan kepenatan semata. Apakah itu? Yaaaa… wisata ini disebut dengan wisata literasi atau bisa disebut juga literary tourism. Lalu taukah kamu apa yang dimaksud dengan wisata literasi?

Secara umum, wisata literasi adalah jenis atraksi wisata budaya yang didasarkan pada sebuah karya fiksi atau kehidupan pribadi seorang pengarang. Termasuk dalam pengertian tersebut adalah mengunjungi tempat-tempat yang menjadi latar sebuah novel, rumah tempat seorang pengarang berproses, hingga ziarah ke makam para pengarang besar yang telah meninggal.

Dari pengertian di atas kita sudah tahu apa yang dimaksud dengan wisata literasi. Wisata literasi tidak hanya mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai satra yang begitu tinggi, berkunjung ke rumah para sastrawan atau pun berziarah ke makam para sastrawan, namun wisata literasi juga memiliki arti sebuah kegiatan dimana seseorang menghabiskan waktu liburannya dengan cara “membaca” dan “menulis”. Membaca novel, jurnal, majalah, dan sebagainya merupakan wisata literasi. Begitupula dengan menulis; menulis puisi, novel, jurnal juga termasuk ke dalam wisata literasi. Contoh lain adalah berkunjung ke perpustakaan atau pun toko buku, tempat-tempat tersebut bukan hanya untuk belajar semata, namun kita juga bisa mengurangi rasa jenuh dan penat kita akan aktivitas kita sehari-hari dengan cara membaca dan menulis disana.

Untuk berwisata literasi tidak perlu mahal. Di tengah kemacetan contohnya, kita dapat memanfaatkan waktu luang kita untuk membaca buku, koran, atau pun cerita pendek di media online. Bagi yang memiliki buku di rumah dapat membawanya untuk mengisi di kala kemacetan melanda. Selain membaca kita juga dapat mencoba untuk menulis, cobalah menulis tentang keadaan sekitar kamu terlebih dahulu, contohnya tentang kemacetan yang kamu alami saat itu atau pun cuaca pada saat itu. Kamu bisa menulisnya di note handphone kamu atau bahkan kamu dapat menguploadnya di halaman blog pribadi kamu. Jadi kebosanan saat kemacetan tidak akan kamu rasakan.

Lalu bagaimana dengan seseorang yang membaca dan menulis di rumah atau di suatu tempat tertentu saat liburan apakah itu termasuk ke dalam wisata literasi? Ya, mungkin beberapa dari mereka memiliki keinginan setelah selesai liburan sudah ada beberapa buku yang telah ia selesaikan atau pun beberapa karangan atau tulisan yang telah ia buat. Biasanya kegiatan seperti ini dilakukan para pecinta baca dan tulis, sehingga ia menikmati kata demi kata dan lembar demi lembar yang ia selesaikan. 

Namun beberapa dari kita pasti merasa hal seperti ini justru sangatlah membosankan karena pada hakikatnya liburan ialah waktu yang kita gunakan untuk bersenang-senang atau pun melakukan kegiatan yang membuat badan serta otak kita menjadi fresh kembali. Pandangan semacam ini pasti ada diantara kita dan ini sangatlah wajar, terkhusus untuk orang-orang yang tidak menyukai dengan kegiatan membaca maupun menulis.

Wisata literasi sangatlah bermanfaat bagi kita, terutama pada anak-anak. Semasa liburan sekolah para orang tua dapat mengajak anak-anaknya untuk berwisata literasi. Karena di dalam wisata literasi terdapat nilai-nilai edukasi. Jadi liburan mereka menjadi produktif dan berkualitas. Dengan kegiatan membaca akan melatih  mereka dalam berimajinasi dan pastinya mereka juga akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang luas. Dengan adanya kegiatan menulis akan meningkatkan daya pikir anak serta tingkat kreatifitas anak. Para orang tua juga dapat meminta anak-anak mereka untuk menceritakan ulang apa yang telah mereka baca atau pun yang mereka tulis. Hal ini juga dapat melatih daya ingat mereka. Dengan kegiatan tersebut, ini menunjukkan bahwa para orang tua juga telah ikut serta dalam menanamkan minat membaca dan menulis pada anak-anak mereka.

Dimana sajakah tempat-tempat untuk menikmati wisata literasi?

Jika ditanya dimana tempat-tempat untuk menikmati wisata literasi, jawabannya tentu sangat banyak. Contohnya Casa di Guileta di Verona, Italia. Bangunan tua warisan abad ke-13 ini diyakini salah satu latar tempat dalam karya monumental William Shakespeare, Romeo and Juliet.  Casa di Guileta merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Verona, Italia. Selain itu di Irlandia, kita dapat menelusuri kota Dublin yang menjadi latar cerita dari novel Ullyses karya James Joyce.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa bahkan cukup banyak tempat-tempat yang bisa anda kunjungi untuk berwisata literasi. Bandung contohnya, sejumlah karya besar, pengarang besar, serta gerakan besar dalam sejarah literasi Indonesia lahir, hidup, dan berlangsung di kota Bandung ini. Novel klasik karya Achdiat Karta Mihardja yaitu Atheis dapat dijadikan salah satu sumber untuk berwisata literasi. Novel karya Risa Saraswati yaitu Danur dan Sunyaruri, lalu kumpulan puisi Di Atas Viaduct yang menghimpun ratusan puisi tentang Bandung karya para penyair Indonesia modern ini juga dapat dijadikan sumber untuk berwisata literasi. Bagi kamu yang ingin mengetahui bagaimana detail tempat berlangsungnya Pengadilan Puisi dapat mengunjungi Universitas Parahyangan.
Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka
Selain di kota Bandung, kita juga dapat menemukan tempat wisata literasi di TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Lentera Pustaka yang beralamat di Kp. Warung Loa Desa Sukuluyu kaki gunung Salak, Bogor. Di TBM ini semua wisatawan diajak untuk membaca di alam sambil tracking rute yang sudah ditentukan. Wisatawan diharuskan membawa buku dari TBM lalu akan melakukan perjalanan di sungai dan kebun sambil melewati spot-spot foto yang tersedia. Satu buku tuntas dalam satu kali perjalanan wisata literasi selama 45 menit, dengan jarak 1 km. TBM Lentera Pustaka ini menyediakan beberapa spot:

·  Spot TBM Lentera Pustaka, di spot ini untuk berinteraksi dengan anak-anak sebaya dalam membaca buku, bercerita, dan berdialog.
· Spot Baca Puisi dan Baca Cerpen, di spot ini wisatawan dapat mengekspresikan diri dalam membaca puisi atau pun cerpen.
·  Spot Saung Baca, di spot ini digunakan setiap wisatawan untuk menulis atau menceritakan kembali buku yang telah dibacanya.

Dan masih banyak lagi spot-spot yang tersedia di Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka ini.

Untuk warga Jakarta tidak perlu sedih, kalian juga dapat mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Jakarta Pusat yang terletak di Jl. Tanah Abang 1, Kebon Jahe. Perpustakaan ini dibuka 7 hari selama seminggu. Untuk Senin s/d Jumat dibuka pukul 09.00-18.00 sedangkan Sabtu dan Minggu dibuka pukul 09.00-15.00.

Selain tempat-tempat yang disebutkan diatas masih banyak tempat-tempat yang dapat anda kunjungi untuk berwisata literasi. Maka dari itu, sebagai Warga Negara Indonesia marilah kita kembangkan Wisata Literasi di Indonesia demi kemajuan bangsa Indonesia.


Sources:
http://www.buruan.co/bandung-dan-wisata-literasi/
https://www.kompasiana.com/syarif1970/5a083a6cfcf68147567a89e2/wisata-literasi-di-kaki-gunung-salak
https://www.kompasiana.com/idrisapandi/567cb4b2d993733305aad2c2/wisata-literasi

Source image:
http://menara62.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG20180211105608.jpg

0 komentar:

Post a Comment