Wisata Literasi yuk!
Liburan…
Siapa yang tidak senang jika mendengar kata “liburan”, semua
orang pasti senang mendengarnya. Apalagi jika sudah masuk ke musim liburan, mungkin
beberapa dari kalian sudah membuat list tempat-tempat mana saja yang akan
dikunjungi selama liburan, mengunjungi beberapa tempat wisata kah, berkunjung
ke kampung halaman kah, atau hanya bermalas-malasan dirumah.
Seperti halnya jika kita merayakan libur lebaran, beberapa
dari kalian pasti ada yang berkunjung ke kampung halaman dan ke rumah sanak
saudara kalian. Libur tahun baru, beberapa dari kalian juga pasti ada yang
merayakannya ditempat-tempat tertentu, seperti di puncak atau pun di luar
negeri.
Dari sekian banyak pilihan wisata liburan, ada satu jenis wisata
liburan yang tidak hanya untuk bersenang-senang atau pun mengurangi kejenuhan
dan kepenatan semata. Apakah itu? Yaaaa… wisata ini disebut dengan wisata
literasi atau bisa disebut juga literary tourism. Lalu taukah kamu
apa yang dimaksud dengan wisata literasi?
Secara umum, wisata literasi adalah jenis atraksi wisata budaya yang didasarkan pada sebuah karya fiksi
atau kehidupan pribadi seorang pengarang. Termasuk dalam pengertian tersebut adalah
mengunjungi tempat-tempat yang menjadi latar sebuah novel, rumah tempat seorang
pengarang berproses, hingga ziarah ke makam para pengarang besar yang telah
meninggal.
Dari pengertian di atas kita sudah tahu apa yang dimaksud
dengan wisata literasi. Wisata literasi tidak hanya mengunjungi tempat-tempat
yang memiliki nilai satra yang begitu tinggi, berkunjung ke rumah para
sastrawan atau pun berziarah ke makam para sastrawan, namun wisata literasi
juga memiliki arti sebuah kegiatan dimana seseorang menghabiskan waktu
liburannya dengan cara “membaca” dan “menulis”. Membaca novel, jurnal, majalah,
dan sebagainya merupakan wisata literasi. Begitupula dengan menulis; menulis
puisi, novel, jurnal juga termasuk ke dalam wisata literasi. Contoh lain adalah
berkunjung ke perpustakaan atau pun toko buku, tempat-tempat tersebut bukan
hanya untuk belajar semata, namun kita juga bisa mengurangi rasa jenuh dan
penat kita akan aktivitas kita sehari-hari dengan cara membaca dan menulis
disana.
Untuk berwisata literasi tidak perlu mahal. Di tengah
kemacetan contohnya, kita dapat memanfaatkan waktu luang kita untuk membaca buku,
koran, atau pun cerita pendek di media online. Bagi yang memiliki buku di rumah
dapat membawanya untuk mengisi di kala kemacetan melanda. Selain membaca kita
juga dapat mencoba untuk menulis, cobalah menulis tentang keadaan sekitar kamu terlebih
dahulu, contohnya tentang kemacetan yang kamu alami saat itu atau pun cuaca
pada saat itu. Kamu bisa menulisnya di note handphone kamu atau bahkan kamu
dapat menguploadnya di halaman blog pribadi kamu. Jadi kebosanan saat kemacetan
tidak akan kamu rasakan.
Lalu bagaimana dengan seseorang yang membaca dan menulis di
rumah atau di suatu tempat tertentu saat liburan apakah itu termasuk ke dalam
wisata literasi? Ya, mungkin beberapa dari mereka memiliki keinginan setelah
selesai liburan sudah ada beberapa buku yang telah ia selesaikan atau pun
beberapa karangan atau tulisan yang telah ia buat. Biasanya kegiatan seperti
ini dilakukan para pecinta baca dan tulis, sehingga ia menikmati kata demi kata
dan lembar demi lembar yang ia selesaikan.
Namun beberapa dari kita pasti merasa hal seperti ini justru
sangatlah membosankan karena pada hakikatnya liburan ialah waktu yang kita
gunakan untuk bersenang-senang atau pun melakukan kegiatan yang membuat badan
serta otak kita menjadi fresh kembali. Pandangan semacam ini pasti ada diantara
kita dan ini sangatlah wajar, terkhusus untuk orang-orang yang tidak menyukai
dengan kegiatan membaca maupun menulis.
Wisata literasi sangatlah bermanfaat bagi kita, terutama pada
anak-anak. Semasa liburan sekolah para orang tua dapat mengajak anak-anaknya
untuk berwisata literasi. Karena di dalam wisata literasi terdapat nilai-nilai
edukasi. Jadi liburan mereka menjadi produktif dan berkualitas. Dengan kegiatan
membaca akan melatih mereka dalam
berimajinasi dan pastinya mereka juga akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang
luas. Dengan adanya kegiatan menulis akan meningkatkan daya pikir anak serta
tingkat kreatifitas anak. Para orang tua juga dapat meminta anak-anak mereka
untuk menceritakan ulang apa yang telah mereka baca atau pun yang mereka tulis.
Hal ini juga dapat melatih daya ingat mereka. Dengan kegiatan tersebut, ini menunjukkan
bahwa para orang tua juga telah ikut serta dalam menanamkan minat membaca dan
menulis pada anak-anak mereka.
Dimana sajakah tempat-tempat untuk menikmati wisata literasi?
Jika ditanya dimana tempat-tempat untuk menikmati wisata
literasi, jawabannya tentu sangat banyak. Contohnya Casa di Guileta di Verona, Italia. Bangunan tua warisan abad ke-13 ini
diyakini salah satu latar tempat dalam karya monumental William Shakespeare, Romeo and Juliet. Casa di
Guileta merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Verona, Italia.
Selain itu di Irlandia, kita dapat menelusuri kota Dublin yang menjadi latar cerita
dari novel Ullyses karya James Joyce.
Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa bahkan cukup banyak
tempat-tempat yang bisa anda kunjungi untuk berwisata literasi. Bandung
contohnya, sejumlah karya besar, pengarang besar, serta gerakan besar dalam sejarah
literasi Indonesia lahir, hidup, dan berlangsung di kota Bandung ini. Novel
klasik karya Achdiat Karta Mihardja yaitu Atheis
dapat dijadikan salah satu sumber untuk berwisata literasi. Novel karya Risa
Saraswati yaitu Danur dan Sunyaruri, lalu kumpulan puisi Di Atas Viaduct yang menghimpun ratusan
puisi tentang Bandung karya para penyair Indonesia modern ini juga dapat
dijadikan sumber untuk berwisata literasi. Bagi kamu yang ingin mengetahui
bagaimana detail tempat berlangsungnya Pengadilan Puisi dapat mengunjungi
Universitas Parahyangan.
![]() |
| Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka |
· Spot TBM Lentera Pustaka, di spot
ini untuk berinteraksi dengan anak-anak sebaya dalam membaca buku, bercerita,
dan berdialog.
· Spot Baca Puisi dan Baca Cerpen,
di spot ini wisatawan dapat mengekspresikan diri dalam membaca puisi atau pun
cerpen.
· Spot Saung Baca, di spot ini
digunakan setiap wisatawan untuk menulis atau menceritakan kembali buku yang
telah dibacanya.
Dan masih
banyak lagi spot-spot yang tersedia di Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka
ini.
Untuk warga Jakarta tidak perlu sedih, kalian juga dapat
mengunjungi Perpustakaan Umum Kota Jakarta Pusat yang terletak di Jl. Tanah
Abang 1, Kebon Jahe. Perpustakaan ini dibuka 7 hari selama seminggu. Untuk
Senin s/d Jumat dibuka pukul 09.00-18.00 sedangkan Sabtu dan Minggu dibuka
pukul 09.00-15.00.
Selain tempat-tempat yang disebutkan diatas masih banyak
tempat-tempat yang dapat anda kunjungi untuk berwisata literasi. Maka dari itu,
sebagai Warga Negara Indonesia marilah kita kembangkan Wisata Literasi di
Indonesia demi kemajuan bangsa Indonesia.
Sources:
http://www.buruan.co/bandung-dan-wisata-literasi/
https://www.kompasiana.com/syarif1970/5a083a6cfcf68147567a89e2/wisata-literasi-di-kaki-gunung-salak
https://www.kompasiana.com/idrisapandi/567cb4b2d993733305aad2c2/wisata-literasi
Source image:
http://menara62.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG20180211105608.jpg


0 komentar:
Post a Comment